Tabligh Akbar Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H di Masjid Jamik Madegan, Polagan, Sampang, menghadirkan Ustadz Koko Liem dan diikuti sekitar 1.500–2.000 jemaah, Selasa (25/8/2026).
Sampang, Kecamatan Sampang, intifaktanusantara.my.id – Tabligh Akbar memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah berlangsung meriah di Masjid Jamik Madegan, Polagan, Kabupaten Sampang, Selasa (25/8/2026). Sekitar 1.500 hingga 2.000 masyarakat disebut menghadiri kegiatan keagamaan yang menghadirkan Ustadz Tionghoa Koko Liem, S.Q., M.A., sebagai penceramah.
Tabligh Akbar mengangkat tema “Meraih Kesuksesan, Keberkahan, dan Husnul Khotimah dengan Meneladani Akhlak Nabi Muhammad SAW.” Antusiasme masyarakat terlihat selama rangkaian kegiatan hingga tausiyah berlangsung.
Kegiatan turut dihadiri sejumlah tokoh agama dan unsur pemerintahan setempat, di antaranya KH. Mansyur Ahmad, KH. Wahidi, KH. Fadhil Anshori, KH. Ishaq Nur, Kiai Amin, Kiai Muhammad Abd. Alim, Ustadz Hasanuddin, serta Lurah Polagan Alfian Nur Sya'roni Humaidi, S.STP.
• Ngopi Bareng Insan Pers Sampang di Lora Kopi, Perkuat Silaturahmi
• Grand Final Duta Genre Sampang 2026, Dorong Generasi Berkarakter Menuju Indonesia Emas 2045
Maulid Nabi Diisi Yasin, Tahlil hingga Shalawat
Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan, dilanjutkan pembacaan Surah Yasin, tahlil dan shalawat Nabi. Acara kemudian memasuki agenda utama berupa ceramah dan tausiyah agama yang disampaikan Koko Liem sebelum ditutup dengan doa.
Koko Liem memiliki nama lengkap Haji Muhammad Ustman Ansori, S.Q., M.A., Al Hafizh. Ia lahir dengan nama Liem Hai Thai pada 17 Januari 1979 dan dikenal dengan gaya dakwah yang komunikatif.
Dalam tausiyahnya, Koko Liem banyak menekankan pentingnya mencari keberkahan sekaligus mengamalkan ilmu yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari.
“Di pengajian cari berkah, datang cari berkah, pulang bawa berkah. Dapat ilmu, jelasnya praktik,” pesannya kepada jemaah.
Ia juga menyampaikan pandangannya mengenai keberkahan dalam ajaran Islam.
“Satu-satunya agama yang cari berkah hanya ada di agama Islam,” ujar Koko Liem dalam tausiyahnya.
Koko Liem Tekankan Sholat dan Sedekah
Salah satu pesan utama dalam tausiyah tersebut adalah pentingnya menjaga keseimbangan antara ibadah kepada Allah SWT dan kepedulian terhadap sesama. Koko Liem mengingatkan jemaah mengenai keutamaan memberi dan bersedekah.
“Tangan di atas lebih baik daripada tangan di bawah,” ujarnya saat mengajak jemaah membiasakan diri bersedekah dan menjalankan apa yang diperintahkan Allah SWT.
Ustadz Koko Liem menyampaikan tausiyah pada Tabligh Akbar Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H di Masjid Jamik Madegan, Polagan, Sampang.
Dalam penjelasannya, sedekah tidak hanya dipahami dalam bentuk materi. Koko Liem memberikan sejumlah contoh, mulai dari sedekah harta seperti zakat, sedekah nonmateri berupa senyuman, tenaga dan nasihat, hingga ilmu bermanfaat sebagai amal yang pahalanya terus mengalir.
Waktu dan pikiran yang diberikan untuk mendengarkan serta membantu orang lain juga disebut sebagai bagian dari bentuk kebaikan yang dapat dilakukan dalam kehidupan sehari-hari.
• Pelantikan DPC Madas Sedarah Sampang, Abah Samsul Tekankan Solidaritas
• Pertumbuhan Ekonomi Sampang Lampaui Target RPJMD 2025
Ingatkan Keseimbangan Kehidupan Dunia dan Akhirat
Koko Liem turut mengajak jemaah merenungkan doa yang banyak dibaca umat Islam:
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
Secara umum, doa tersebut berisi permohonan kepada Allah SWT agar diberikan kebaikan dalam kehidupan dunia, kebaikan di akhirat, serta perlindungan dari azab neraka.
Pesan tersebut dikaitkan dengan pentingnya menjaga keseimbangan dalam menjalani kehidupan. Masyarakat boleh berusaha meraih keberhasilan duniawi, namun kewajiban ibadah dan kepedulian kepada sesama tidak boleh ditinggalkan.
“Cari dunia, jangan lupa dengan sholat dan sedekahnya, biar hidup bisa berkah,” ungkap Koko Liem.
Ia juga menganjurkan jemaah membiasakan membawa sebagian rezeki ketika mendatangi masjid maupun pondok pesantren agar memiliki kesempatan untuk bersedekah.
Menurut Koko Liem, kebiasaan bersedekah merupakan bagian dari upaya membangun hubungan dengan Allah SWT atau hablum minallah, sekaligus hubungan baik dengan sesama manusia atau hablum minannas.
Bersedekah Selagi Masih Ada Kesempatan
Dalam tausiyahnya, Koko Liem juga mengingatkan jemaah agar memanfaatkan kesempatan hidup untuk konsisten menjalankan sholat lima waktu dan memperbanyak sedekah.
Pesan tersebut dikaitkannya dengan Surah Al-Munafiqun ayat 10 yang mengingatkan manusia agar menginfakkan sebagian rezekinya sebelum kematian datang.
Ayat tersebut menggambarkan penyesalan seseorang yang berharap ajalnya ditangguhkan agar dapat bersedekah dan menjadi bagian dari orang-orang saleh. Pesan itu menjadi pengingat agar kesempatan berbuat baik dimanfaatkan selama seseorang masih memiliki waktu dan kemampuan.
“Sulap Syariah” Buat Jemaah Antusias
Ada hal menarik dalam penyampaian tausiyah Koko Liem. Pesan-pesan keagamaan tidak hanya disampaikan melalui ceramah, tetapi turut dikemas menggunakan peragaan sederhana yang disebut sebagai “sulap syariah”.
Dengan memanfaatkan media sederhana seperti tisu dan korek api, Koko Liem menghubungkan peragaan tersebut dengan pesan yang disampaikan kepada jemaah.
Metode penyampaian tersebut membuat suasana pengajian lebih interaktif. Jemaah terlihat antusias mengikuti tausiyah karena pesan agama dikemas melalui pendekatan yang ringan dan menarik tanpa meninggalkan pokok pesan yang disampaikan.
Dalam bahan kegiatan, metode tersebut juga dikaitkan dengan filosofi dakwah melalui pendekatan budaya dan media yang mudah diterima masyarakat.
• Apel Operasi Lilin Polres Sampang untuk Pengamanan Nataru
• Silaturahmi Koran Merah Putih dengan Polres Pamekasan
Panitia Diapresiasi, Acara Berjalan Lancar
Kelancaran Tabligh Akbar tidak terlepas dari kerja panitia dan pengurus yang melakukan persiapan sebelum kegiatan, mengawal jalannya acara hingga kegiatan selesai.
Pengurus H. Djatim Firdaus bersama H. Sahidi selaku takmir masjid menyampaikan apresiasi terhadap seluruh panitia yang telah bekerja sehingga kegiatan dapat berlangsung dengan tertib dan lancar.
Dengan tingginya antusiasme masyarakat, peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi menjadi momentum bagi jemaah untuk mengamalkan pesan tausiyah melalui peningkatan ibadah, kepedulian kepada sesama, sedekah dan keteladanan terhadap akhlak Nabi Muhammad SAW dalam kehidupan sehari-hari.
Catatan Redaksi: Inti Fakta Nusantara menjunjung tinggi prinsip jurnalistik serta melayani hak jawab dan hak koreksi sesuai Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.
Penulis: Iyan
Editor: Han