BREAKING
Memuat informasi hangat dari Redaksi Intifakta Nusantara...
-- pembaca online
Mode Malam
LIVE
BERITA PILIHAN REDAKSI

Lomba Bertutur SD/MI Dispusip Sampang 2026 Jadi Ajang Pembinaan Literasi, Pemerataan Masih Menjadi Tantangan


Peserta Lomba Bertutur Tingkat SD/MI Kabupaten Sampang 2026 mengikuti kompetisi yang digelar Dispusip sebagai bagian dari penguatan budaya literasi.

Sampang, Jawa Timur, Inti Fakta Nusantara — Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Kabupaten Sampang menggelar Lomba Bertutur Tingkat SD/MI se-Kabupaten Sampang pada 4–5 Agustus 2026. Kegiatan yang didukung Dana Alokasi Khusus (DAK) Pemerintah Pusat tersebut diikuti 50 peserta dari berbagai sekolah dasar dan madrasah ibtidaiyah.

Ajang ini bertujuan meningkatkan kemampuan bertutur, keberanian berbicara di depan umum (public speaking), sekaligus menumbuhkan budaya gemar membaca dan kecintaan terhadap cerita rakyat serta budaya lokal di kalangan pelajar.

Tiga Peserta Terbaik Wakili Sampang

Plt Kepala Dispusip Kabupaten Sampang, Hj. Chairijah, S.H., M.H., menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari pembinaan literasi untuk menyiapkan generasi yang gemar membaca, percaya diri, serta mampu bersaing hingga tingkat provinsi maupun nasional.

Hasil perlombaan menetapkan Ameera Putri Nur Budiarto dari MI Sabilillah sebagai Juara I. Posisi Juara II diraih Deandra Shaqueena Amaira dari MIN Sampang, sedangkan Juara III diraih Raissa Putri Elysia Sadira dari SDN Gunung Sekar 2.

Para pemenang selanjutnya akan mendapatkan pembinaan sebelum mewakili Kabupaten Sampang pada Lomba Bertutur tingkat Provinsi Jawa Timur.

Budaya Membaca Perlu Terus Diperkuat

Pelaksanaan Lomba Bertutur mendapat apresiasi sebagai salah satu upaya meningkatkan kemampuan komunikasi dan kepercayaan diri peserta didik. Namun demikian, penguatan budaya literasi dinilai perlu dilakukan secara berkelanjutan agar manfaat kegiatan tidak berhenti setelah perlombaan selesai.

Pemerataan akses terhadap bahan bacaan berkualitas, khususnya bagi sekolah-sekolah di wilayah pelosok, masih menjadi tantangan yang perlu mendapat perhatian bersama. Selain itu, pembinaan literasi secara berkesinambungan dinilai penting agar minat baca siswa terus berkembang.

Melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, sekolah, perpustakaan, guru, dan masyarakat, budaya membaca diharapkan semakin tumbuh sehingga mampu melahirkan generasi yang cerdas, kreatif, dan berdaya saing.


Catatan Redaksi: Inti Fakta Nusantara menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah serta melayani hak jawab dan hak koreksi sesuai Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

Penulis: Iyan

Editor: Han

Intifakta Nusantara
Kategori Berita
Halaman Redaksi
Redaksi Tentang Kami Profil Perusahaan Pedoman Media Siber Kode Etik Jurnalistik Hak Jawab & Koreksi Kebijakan Privasi Disclaimer Kontak Redaksi